Press "Enter" to skip to content

Bahaya Zat Aditif Pada Plastik Dalam Kehidupan

Plastik merupakan suatu bahan yang memiliki derajat kekristalan lebih rendah dari serat, serta plastik dapat dilunakkan ataupun dicetak pada suhu tinggi tertentu. Plastik juga merupakan polimer bercabang atau bisa di sebut linier yang bisa dilelehkan di atas panas penggunaannya.
Dibawah ini adalah Jenis-jenis Plastik  :

  • PETE atau PET (polyethylene terephthalate)
  • HDPE (high density polyethylene)
  • V atau PVC (polyvinyl chloride)
  • LDPE (low density polyethylene)
  • PP (polypropylene)
  • PS (polystyrene)
  • Other (umumnya polykarbonat)

Bahaya plastik di kehidupan sehari-hari sangatlah besar terutama pada kesehatan. keseharian kita tidak terlepas dari bahan basic plasik di setiap keperluan yang kita lakukan. Namun sadarkah bahwa, bahaya akibatkan bahan plastik beresiko besar untuk kesehatan kita.

Zat Kimia pada Plastik Berbahaya

Monomer vinil klorida, bereaksi pada guanin serta sitosin pada DNA serta mengalami metabolisme dalam tubuh, sehingga mengakibatkan potensi yang cukup tinggi untuk penyebab tumor serta kanker pada manusia terlebih itu adalah kanker hati.

Monomer vinil sianida (akrilonitril), bereaksi pada adenin dan DNA serta mengakibatkani potensi cukup tinggi untuk penyebab penyakit kanker.

Zat Aditif Pada Plastik Berbahaya

Dibutil ptalat (DBP) serta Dioktil ptalat (DOP), merupakan zat aditif yang popular digunakan pada sistem plastisasi, akan tetapi dibalik kepopuleran itu nyatanya DBP serta DOP memiliki satu zat kimia yakni zat benzen.

Timbal (Pb) merupakan racun ginjal begitupun kadmium (Cd) yang disebut penyebab kanker serta racun pada ginjal dimana keduanya adalah bahan aditif yang digunakan untuk mencegah kerusakan pada plastik.

Cara mengatasi menumpuknya jumlah plastik yang semakin besar penggunaannya. hal itu mejadikan tingkat persentase sampah plastik naik tinggi. Oleh sebab itu untuk menangannya, ada banyak hal yang bisa kita dilakukan, yaitu memakai prinsip 4R : Replace (ganti) Reduce (kurangi) Re-Use (memakai kembali) Recycle (daur ulang). plastic additive

Mengganti Plastik dengan Daun Pisang contohnya untuk membungkus makanan yang sekarang ini tengah berkembang umumnya semua terbuat dari plastik. Sejak tahun 1950 plastik menjadi bagian utama dalam kehidupan manusia. Plastik dipakai sebagai bahan baku kemasan, tekstil, bagian-bagian mobil serta alat-alat elektronik. Daun pisang memiliki kandungan polifenol dengan jumlah yang besar yang sama dengan daun teh, berupa EGCG, sehingga membuahkan aroma khas saat menjadi pembungkus makanan. Daun Pisang memiliki bentuk daun yang besar serta panjang sehinggga biasanya digunakan untuk menempatkan makanan di atasnya.

Pengemasan bahan pangan memegang fungsi utama dalam pengendalian dari kerancuan mikroorganisme terhadap produk bahan pangan. Jika tercemar oleh mikroorganisme lalu disimpan dalam keadaan yang mendukung terjadinya metabolisme bisa menyebabkan rusaknya bahan pangan serta membahayakan kesehatan.

Plastik merupakan satu dari berbagai bahan yang sering kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Pada umumnya plastik tersusun dari polimer yaitu rantai panjang serta satuan-satuan yang lebih kecil yang dimaksud monomer. Polimer ini bisa masuk kedalam tubuh manusia karena berbentuk tidak larut, sehingga apabila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker.

Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini bisa berpindah ke makanan, dan setelah itu berpindah ke tubuh orang yang mengonsumsinya. slip additives Beberapa bahan kimia yang sudah masuk ke tubuh ini tidak larut di air sehingga tidak bisa dibuang keluar, baik melalui urin maupun feses (kotoran).

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *